8 Saksi Dihadirkan di Pengadilan Tipikor, Terkait Dugaan Korupsi ADD di Barru

oleh

BARRUPOS.ID—Kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Lompo Tengah sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi di Pangadilan Tipikor Kota Makassar.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Barru Andi Adriaman, yang melalui telepon, Kamis (19/11/2020) mengatakan tiga terdakwa dugaan korupsi Anggaran Dana Desa, pada anggaran tahun 2018 dan 2019.

Lanjut Andi Adriaman, kami sudah hadirkan 8 saksi saat persidangan pengadilan tipikor Makassar, terkait dugaan kasus korupsi Anggara Dana Desa (ADD).

Menurut Andi Ardiaman, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Barru, mengatakan kerugian negara akibat dugaan korupsi yang dilakukan tersangka sekitar 600 juta rupiah dari total anggaran dana desa yang didapat di tahun 2018-2019 sekitar 2 miliar rupiah.

Tersangka sendiri sampai saat ini juga sudah melakukan pengembalian uang 244 Juta yang diduga menjadi kerugian negara, dan belum kembalikan ada 441 juta rupiah.

Dan hasil temuan inspektorat untuk 2 tahun anggaran kerugian negara sekitar 600 juta.” jelas Andi Adriaman.

Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Terdakwa ancaman penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup atau ancaman mati,” terang.

Sekedar diketahui 3 orang terdakwa tersebut yaitu Kepala Desa Lompo Tengah, dan Bendahara, serta, Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Tim: barrupos.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *